Panduan SKD CPNS dan TBS LPDP: Kenali Tesnya, Pelajari Polanya, Mulai Berlatih

Bagi pejuang CPNS dan beasiswa LPDP, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Tes Bakat Skolastik (TBS) adalah gerbang pertama yang harus dilewati. Hanya peserta yang lolos tahap ini yang bisa melangkah ke seleksi berikutnya, sehebat apa pun ijazah dan pengalamannya.

Kabar baiknya, kedua tes ini tidak menguji hafalan materi kuliah. Yang diuji adalah cara berpikir: membaca dengan cermat, berhitung dengan cepat, dan menarik kesimpulan secara logis. Kemampuan seperti ini bisa dilatih, dan waktu terbaik untuk mulai melatihnya adalah sekarang, selagi masih kuliah, bukan sebulan sebelum tes.

Artikel ini adalah titik awal seri latihan SKD dan TBS dari Heksakta/Aegle Physics bekerja sama dengan Inspira Sains. Di sini Anda akan mengenal bentuk kedua tes, mencoba beberapa contoh soal, dan menemukan peta belajar untuk seri artikel berikutnya.

Apa itu Tes Bakat Skolastik?

Menurut Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, TBS adalah tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi baru. Dengan kata lain, TBS mengukur potensi belajar, bukan banyaknya materi yang sudah dihafal.

Ada lima aspek yang diukur:

  1. Verbal: kemampuan penalaran yang berkaitan dengan kata dan bahasa.
  2. Kuantitatif: kemampuan aritmetika dan aljabar dasar.
  3. Penalaran: kemampuan logika dan analisis untuk mengaitkan berbagai informasi secara logis.
  4. Pemecahan masalah: kemampuan mengidentifikasi dan menghubungkan informasi yang relevan untuk menemukan alternatif solusi.
  5. Kecukupan data: kemampuan menilai apakah informasi berupa angka sudah cukup untuk menjawab suatu pertanyaan.

Struktur TBS LPDP

Pada seleksi LPDP 2025, TBS terdiri atas tiga subtes dengan total 60 soal yang dikerjakan dalam 90 menit.

Subtes Jumlah soal Waktu Rata-rata per soal
Penalaran Verbal 23 30 menit ± 78 detik
Penalaran Kuantitatif 25 40 menit ± 96 detik
Pemecahan Masalah 12 20 menit 100 detik
Total 60 90 menit 90 detik

Perhatikan kolom terakhir: Anda hanya punya sekitar satu setengah menit untuk setiap soal. Karena itu, latihan TBS bukan hanya soal bisa menjawab, tetapi juga soal menjawab dengan cepat. Struktur ini dapat berubah setiap tahun, jadi selalu periksa pengumuman resmi LPDP sebelum tes.

Mengenal SKD CPNS

Pada seleksi CPNS 2024, SKD terdiri atas 110 soal yang dikerjakan dalam 100 menit, terbagi ke dalam tiga tes.

Tes Yang diuji Jumlah soal Nilai ambang batas (peserta umum)
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, bahasa Indonesia 30 65
Tes Intelegensia Umum (TIU) Kemampuan verbal, numerik, dan logika 35 80
Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Sikap dan perilaku dalam situasi kerja 45 166

Pada TWK dan TIU, jawaban benar bernilai 5 dan jawaban salah atau kosong bernilai 0. Pada TKP, setiap opsi bernilai 1 sampai 5, sehingga tidak ada jawaban yang benar-benar salah, hanya jawaban yang lebih baik. Peserta harus mencapai ambang batas di ketiga tes sekaligus. Nilai tinggi di satu tes tidak bisa menutupi nilai rendah di tes lain.

Belajar Sekali, Manfaat Ganda

TBS LPDP dan TIU pada SKD CPNS menguji kemampuan yang hampir sama. Artinya, waktu yang Anda habiskan untuk berlatih satu tes juga menjadi bekal untuk tes yang lain.

Tipe soal TBS LPDP TIU (SKD CPNS)
Analogi ✓ ✓ (verbal)
Silogisme dan penarikan simpulan ✓ ✓ (verbal)
Penalaran analitis (urutan, posisi, jadwal) ✓ ✓ (verbal)
Deret angka ✓ ✓ (numerik)
Aritmetika dan soal cerita ✓ ✓ (numerik)
Perbandingan kuantitas ✓ ✓ (numerik)
Pemahaman bacaan ✓ –
Kecukupan data ✓ –
Soal gambar (figural) – ✓

Enam tipe soal pertama muncul di kedua tes. Seri latihan kami akan dimulai dari tipe-tipe ini, karena di sinilah satu jam latihan memberi manfaat paling besar. TWK dan TKP pada SKD memerlukan persiapan tersendiri dan akan dibahas dalam artikel terpisah.

Coba Dulu: Lima Contoh Soal

Kerjakan kelima soal berikut tanpa melihat pembahasan. Targetkan selesai dalam 7 menit 30 detik, sesuai rata-rata waktu per soal di TBS LPDP.

Soal 1 — Analogi

TERMOMETER : SUHU = BAROMETER : …

(A) cuaca
(B) tekanan udara
(C) angin
(D) ketinggian
(E) hujan

Soal 2 — Silogisme

Semua peneliti gemar membaca. Sebagian dosen adalah peneliti. Simpulan yang paling tepat adalah …

(A) Semua dosen gemar membaca.
(B) Sebagian dosen gemar membaca.
(C) Semua yang gemar membaca adalah peneliti.
(D) Tidak ada dosen yang gemar membaca.
(E) Sebagian peneliti bukan dosen.

Soal 3 — Deret Angka

2, 6, 12, 20, 30, …

(A) 36
(B) 40
(C) 42
(D) 44
(E) 48

Soal 4 — Perbandingan Kuantitas

P = 30% dari 80
Q = 80% dari 30

(A) P > Q
(B) P < Q
(C) P = Q
(D) Hubungan P dan Q tidak dapat ditentukan

Soal 5 — Kecukupan Data

Berapakah nilai x?

(1) 2x + y = 10
(2) y = 4

(A) Pernyataan (1) saja cukup, tetapi pernyataan (2) saja tidak cukup.
(B) Pernyataan (2) saja cukup, tetapi pernyataan (1) saja tidak cukup.
(C) Kedua pernyataan bersama-sama cukup, tetapi masing-masing saja tidak cukup.
(D) Masing-masing pernyataan saja sudah cukup.
(E) Kedua pernyataan bersama-sama pun tidak cukup.

Kunci dan Pembahasan

Klik setiap soal untuk melihat pembahasannya.

Soal 1 — Kunci: B

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu, sehingga pasangannya adalah besaran yang diukur barometer, yaitu tekanan udara. Opsi lain hanya berkaitan dengan cuaca, bukan besaran yang diukur.

Soal 2 — Kunci: B

Karena sebagian dosen adalah peneliti, dan semua peneliti gemar membaca, maka sebagian dosen itu pasti gemar membaca. Opsi A terlalu luas karena tidak semua dosen adalah peneliti. Opsi C membalik premis, sedangkan opsi E tidak dapat disimpulkan dari informasi yang ada.

Soal 3 — Kunci: C

Selisih antarsuku adalah 4, 6, 8, 10, sehingga selisih berikutnya 12 dan suku berikutnya 30 + 12 = 42. Cara lain, setiap suku adalah n(n + 1): 1×2, 2×3, 3×4, 4×5, 5×6, lalu 6×7 = 42.

Soal 4 — Kunci: C

P = 0,30 × 80 = 24 dan Q = 0,80 × 30 = 24. Jebakannya, kita cenderung mengira angka 80% menghasilkan nilai lebih besar. Padahal a% dari b selalu sama dengan b% dari a.

Soal 5 — Kunci: C

Pernyataan (1) saja memuat dua variabel, sehingga nilai x belum bisa ditentukan. Pernyataan (2) saja tidak memuat x sama sekali. Jika keduanya digabung, 2x + 4 = 10, sehingga x = 3. Ingat, pada soal kecukupan data Anda tidak perlu menghitung jawabannya, cukup menentukan apakah informasinya cukup.

Peta Belajar: Seri Latihan SKD dan TBS

Setiap tipe soal akan dibahas dalam satu artikel tersendiri, lengkap dengan konsep dasar, trik pengerjaan, contoh soal, dan pembahasan. Simpan halaman ini sebagai daftar isi. Tautan akan aktif begitu artikelnya terbit.

No. Topik Berguna untuk Status
1 Silogisme dan penarikan simpulan TBS dan TIU Baca artikel
2 Analogi TBS dan TIU Segera terbit
3 Deret angka TBS dan TIU Segera terbit
4 Aritmetika dan soal cerita TBS dan TIU Segera terbit
5 Perbandingan kuantitas TBS dan TIU Segera terbit
6 Penalaran analitis TBS dan TIU Segera terbit
7 Kecukupan data TBS Segera terbit
8 Pemahaman bacaan TBS Segera terbit
9 Strategi mengatur waktu saat tes TBS dan SKD Segera terbit

Jangan Berjuang Sendirian

Persiapan SKD dan TBS terasa lebih ringan jika dilakukan bersama. Ada dua hal kecil yang bisa Anda lakukan sekarang:

  1. Pantengin Aegle Physics agar setiap artikel seri yang baru terbit langsung sampai kepada Anda: klik di sini untuk berlangganan.
  2. Bagikan artikel ini kepada teman yang juga sedang menyiapkan CPNS atau LPDP. Teman belajar yang tepat sering kali menjadi alasan seseorang tetap konsisten berlatih.

Punya pertanyaan atau ingin tipe soal tertentu dibahas lebih dulu? Tuliskan di kolom komentar. Topik yang paling banyak diminta akan kami dahulukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah TBS sama dengan Tes Potensi Akademik (TPA)?
Tidak persis sama, tetapi keduanya mengukur potensi akademik dengan tipe soal yang banyak beririsan, seperti analogi, deret angka, dan penalaran logis. Latihan untuk salah satunya tetap bermanfaat untuk yang lain.

Saya masih kuliah S1. Apakah perlu belajar sekarang?
Sangat perlu. Kemampuan penalaran tumbuh dari latihan rutin dalam waktu lama, bukan dari belajar kilat. Latihan 20–30 menit sehari selama beberapa bulan jauh lebih efektif daripada belajar semalaman menjelang tes.

Apakah TBS LPDP memiliki nilai minimum kelulusan?
Ya, LPDP menetapkan nilai minimum untuk lolos ke tahap berikutnya. Besarannya diumumkan pada setiap periode seleksi, jadi pantau selalu laman resmi LPDP.

Bagaimana cara berlatih yang efektif?
Mulailah dari satu tipe soal sampai Anda memahami polanya, lalu pindah ke tipe berikutnya. Setelah semua tipe dikuasai, latih kecepatan dengan simulasi berbatas waktu. Urutan inilah yang kami ikuti dalam seri artikel ini.

Post a Comment

Previous Post Next Post